
Islam adalah agama yang diturunkan
Allah dari langit dengan ada risalah yang diwahyukan kepada Nabi terakhir
Muhammad SAW. Agama Islam ada syiar dipernampakkan kepada non Islam, bahkan
kepada orang Islam itu sendiri. Syiar adalah aktivitas penyampaian atau
penyebaran ajaran, nilai-nilai dan pesan agama kepada masyarakat. Semua agama
ada syiar. Apalagi agama Islam maka syiar sangat dominan. Di mana-mana di
daerah Islam ada syiar sebagai tanda bahwa derah tersebut beragama Islam.
Sekarang banyak cendikiawan yang memoersoalkan syiar, apakah perlu atau tidak.
Mereka menyatakan syiar itu tidak perlu, hanya untuk pura-pura saja. Yang
penting pengamalannya, tidak perlu penampakan Islamnya.
Maka di sini perlu ada pembahasan
mengenai syiar agar para penentang syiar paham bahwa syiar itu apakah anjuran
atau memang barang rekayasa untuk berlebih-lebihan. Allah berfirman dalam surat
al-Hajj ayat 32:
ذٰلِكَ وَمَنْ
يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
"Demikianlah perintah Allah, dan barangsiapa mengagungkan
syiar-syiar Allah maka sesungguhnya hal itu termasuk dalam ketakwaan
hati".
Dalam ayat ini jelas sekali bahwa mengagungkan syiar merupakan
taqwa kepada Allah. Syiar artinya tanda. Jamaknya sya'air artinya
tanda-tanda. Maka sya'airillah adalah tanda-tanda Allah. Maksud tanda
Allah adalah tanda peribadatan kepada Allah.
Gambaran syiar ada dua yaitu syiar
pelaksanaan ibadat kepada Allah dan syiar penampakan logo Islam untuk tanda ada
peribadatan. Syiar pelaksanaan ibadat adalah seperti shalat wajib 5 waktu
secara berjamaah, salat Jumat, salat Id dan lain-lain. Semua bentuk taat kepada
Allah adalah syiar yang harus dibesar-besarkan.
Adapun syiar penampakan logo Islam adalah seperti membuat bulan dan bintang di
puncak mesjid, tulisan-tulisan Arab, baik Arab asli atau Arab latin dan
lain-lain logo-logo islami yang dibuat di daerah-daerah Islam. Kedua syiar ini
harus digalakkan dan tidak boleh diremehkan karena tujuannya adalah untuk
menampakkan kepada orang kafir bahwa Islam itu ada dan masih eksis.
Sekarang banyak orang Islam yang
intelek mengkritisi hal-hal seperti itu. Mereka berkata syiar itu sebagai sikap
berlebihan dalam Islam yang tidak ada gunanya bagi Islam karena hakikat Islam
adalah pengamalan bukan pada simbol-simbol. Padahal kalau kita pelajari maka
akan kita dapati dalam banyak literatur bahwa syiar itu sebuah anjuran dalam
agama Islam. Jangankan dalam agama Islam dalam agama lain juga ada syiar,
kenapa agama Islam tidak boleh ada syiar?. Ini suatu pemikiran salah dan jiwa
rendah yang tanpa landasan ilmu sedikit pun. Pemikiran seperti ini saya rasa
bukan liberal, bukan radikal dan bukan moderat. Tetapi hanya pemikiran tersesat
dari jalan yang benar.
Padahal dalam al-Quran di atas telah
jelas bahwa syiar anjuran Allah dalam agama Islam. Tetapi saya heran kenapa
masih ada pemahaman-pemahaman yang aneh yang mengatakan syiar itu perkara
sia-sia saja tidak perlu, hanya simbol belaka. Memang benar syiar itu simbol
tetapi Allah menganjurkannya. Bagaimana tidak kita kerjakannya. Tentu ada
tujuannya tiap-tiap anjuran Allah. Antara hikmahnya adalah agar Islam tanpak di
mana ada syiar. Kalau tidak maka Islam sunyi dan buram tidak meriah. Dengan
begitu maka orang kafir kagum, takut dan tertarik hati untuk masuk dalam agama
Islam.
Oleh karena itu, mari kita agungkan
syiar Islam karena memang syiar ini anjuran dalam syariat Islam. Silahkan buat
simbol-simbol Islam di mana saja, seperti di mesjid, musalla, sekolah, kampus,
kantor dan tempat-tempat Islami lainnya. Agar Islam lebih tanpak di muka. Jadi
ketika non muslim datang ke daerah Islam maka mereka kagum karena orang Islam
percaya diri dengan agamanya. Setidaknya orang Islam sendiri yang kagum karena
mereka senang hati melihatnya.
Adapun hukum mengagungkan syiar
Islam berdasarkan ayat di atas adalah wajib karena dalam ayat di atas
dinyatakan bahwa membuat syiar adalah sebagian dari taqwa. Sedangkan taqwa
adalah wajib maka syiar juga wajib karena ia bagian dari perantara menjadi taqwa
kepada Allah. Landasan hukum ini adalah sadd al-dhariah. Dengan
melakukan syiar maka menjadi jalan sampai kepada taqwa. Berarti syiar itu jalan
menjadi muslim bertaqwa kepada Allah.
Oleh karena itu, syiar sangat
diperlukan, bahkan hukumnya wajib. Jadi tidak benar orang-orang yang meremehkan
syiar. Mereka itu orang-orang gagal paham. Padahal dalam al-Quran jelas sekali
dikatakan oleh Allah. Maka mari kita mengagungkan syiar Islam, apalagi saat
momen-momen tertentu seperti saat bulan Ramadhan dan Idul fitri. Wallahu
a'lam.
Oleh: Tgk. Muhazzir Budiman, S.S, M.Ag
(Dosen STIS Nahdhatul Ulama Aceh)




.png)

%20kompres.jpg)